Muzakarah Keumatan Dai dan Daiyah Sawahlunto Hadirkan Tiga Narasumber, Bahas Arah Dakwah dan Tantangan Keumatan
Sawahlunto — Kamis, 11 Desember 2025, kegiatan Muzakarah Keumatan bagi Dai dan Daiyah Kota Sawahlunto resmi digelar di Hotel Khas Ombilin. Acara yang menghadirkan para dai dan daiyah ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sawahlunto, H. Jefry Hibatullah yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat kehidupan keagamaan di kota tambang tersebut.
Muzakarah ini menghadirkan tiga narasumber utama dengan pokok bahasan yang relevan terhadap kondisi keumatan saat ini:
- Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Sawahlunto Membawakan materi “Evaluasi Pelaksanaan Program Keagamaan Kota Sawahlunto dan Arah Kebijakan Perbaikan”, narasumber pertama menekankan pentingnya sinergi dalam memperkuat program-program keagamaan. Beliau juga memaparkan langkah-langkah penguatan kegiatan keagamaan tahun mendatang agar lebih berdampak bagi masyarakat.
- Ketua MUI Kota Sawahlunto melalui materi “Peran Ulama dan MUI dalam Menjawab Problematika Keumatan: Dari Fatwa ke Aksi Lapangan”, Ketua MUI menguraikan bagaimana ulama harus hadir tidak hanya sebagai pemberi fatwa, tetapi juga sebagai penggerak solusi nyata di tengah masyarakat. Penegasan tentang pentingnya respons cepat dan tepat terhadap isu-isu keagamaan menjadi sorotan utama.
- Prof. Rahmad Hidayat, Akademisi dari UIN Batusangkar menghadirkan perspektif ilmiah melalui materi “Strategi Dakwah Efektif di Tengah Tantangan Sosial Baru: Pendekatan Ilmiah untuk Da’i Sawahlunto”. Ia menyoroti perubahan perilaku sosial masyarakat dan tantangan dakwah di era digital sehingga para dai diharapkan mampu beradaptasi dengan metode yang lebih modern, kreatif, dan berbasis data.
Kegiatan Muzakarah Keumatan ini diharapkan menjadi ruang diskusi mendalam bagi para dai dan daiyah di Kota Sawahlunto dalam memperkuat peran dakwah serta menjawab berbagai persoalan keagamaan masyarakat secara lebih komprehensif, ilmiah, dan aplikatif. Dengan hadirnya tiga narasumber kompeten, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dalam membangun kehidupan religius yang lebih harmonis di Sawahlunto.