Lubang Panjang – Pemerintah Kelurahan Lubang Panjang menggelar kegiatan Pelatihan Kelurahan Digital pada Kamis dan Jumat, 24–25 Juli 2025, di Aula Kantor Lurah Lubang Panjang. Acara ini diikuti oleh seluruh perangkat kantor kelurahan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan berbasis teknologi informasi.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Lurah Lubang Panjang, Ibu Rachmadeni, SE, MM, yang menegaskan pentingnya digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan kelurahan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelayanan publik yang efektif dan efisien sangat bergantung pada kemampuan aparatur dalam menguasai teknologi digital.
“Transformasi digital adalah keniscayaan. Melalui pelatihan ini, kita berharap seluruh perangkat kelurahan mampu memahami dan menerapkan sistem pelayanan berbasis teknologi agar masyarakat dapat merasakan kemudahan dan kecepatan layanan,” ujar Ibu Rachmadeni dalam pidato pembukaannya.
Kegiatan ini menggandeng narasumber dari Politeknik Negeri Padang, yang terdiri dari dosen dan praktisi teknologi informasi. Mereka memberikan materi terkait pemanfaatan aplikasi digital, pengelolaan data kependudukan secara online, serta strategi komunikasi publik melalui platform digital.
Hari pertama pelatihan difokuskan pada pengenalan konsep kelurahan digital, meliputi pemahaman mengenai e-government, keamanan data, dan manajemen sistem informasi. Peserta diajak untuk mengenal berbagai aplikasi pelayanan yang sudah mulai diterapkan di kelurahan-kelurahan maju, seperti aplikasi administrasi online dan sistem pengarsipan berbasis cloud.
Selain teori, sesi pelatihan juga diisi dengan praktik langsung. Peserta diajak mengoperasikan aplikasi layanan kelurahan berbasis digital, mulai dari pembuatan surat keterangan online, pelaporan administrasi, hingga sistem pengelolaan arsip digital. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknologi yang akan digunakan.
Hari kedua pelatihan lebih banyak menekankan pada penerapan strategi digitalisasi pelayanan, termasuk optimalisasi media sosial resmi kelurahan untuk penyampaian informasi publik. Narasumber dari Politeknik Negeri Padang memberikan studi kasus terkait pelayanan publik berbasis teknologi yang berhasil diterapkan di daerah lain.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelatihan. Diskusi interaktif terjadi saat sesi tanya jawab, di mana peserta bertukar ide mengenai tantangan yang dihadapi dalam proses digitalisasi di lingkungan kelurahan. Beberapa perangkat kelurahan bahkan mengusulkan pengembangan aplikasi khusus pelayanan masyarakat di Lubang Panjang.
Lurah Ibu Rachmadeni mengapresiasi semangat peserta. Ia menegaskan bahwa kelurahan digital bukan sekadar program teknologi, tetapi juga upaya membangun budaya kerja baru yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel. “Kita ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin mudah diakses dan bebas dari birokrasi yang berbelit-belit,” tegasnya.
Ke depan, pihak kelurahan berencana mengembangkan sistem informasi berbasis web dan aplikasi mobile agar warga dapat mengakses layanan administrasi tanpa harus datang ke kantor kelurahan. Rencana ini diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat dengan dukungan semua pihak.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, Kelurahan Lubang Panjang semakin siap menyongsong era digitalisasi pelayanan publik. Sinergi antara pemerintah kelurahan, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan layanan publik yang lebih baik, cepat, dan transparan.